Paket Xbox Series X Controller Bocor Menunjukkan Dua Konsol Next Gen

Paket Xbox Series X Controller Bocor Menunjukkan Dua Konsol Next Gen

Paket Xbox Series X Controller Bocor Menunjukkan Dua Konsol Next Gen. Gambar baru telah keluar mungkin memberikan beberapa pemain sedikit pengetahuan mengenai apa yang mereka bisa harapkan dari rencana microsoft yang akan datang dengan konsol Next Gen. Dan secara spesifik Xbox Series X. Dari tampilan dari bocoran terbarunya, Beberapa asumsi awal dari seriex X itu kemungkinan adalah benar. Ya itu dengan catatan informasi mengenai kemasan kontroller tersebut benar adanya

Bocoran terbaru datang dari pembocor ternama di twitter @Wario64 yang memberikan set gambar yang diupload oleh @TinyRakan yang mengklaim xbox series X controller, lengkap dengan kemasannya. The Verge juga menemukan informasi yang mirip dari pihak keempat. Dimana menunjukan beberapa poin ke beberapa kemungkinan termasuk Konsol Xbox Series X putih atau kontroller.

Paket Xbox Series X Controller Bocor Menunjukkan Dua Konsol Next Gen

Mungkin ini berhubungan dengan bocoran lain dari juli dimana Microsoft memiliki respon kriptik mengenai gambar terbaru yang kelihatanya tidak hanya mungkin ada konsol Xbox Series X putih. Tetapi sistem Next Gen yang sepenuhnya berbeda. Dalam kemasan tersebut menunjukkan gambar detail kontroller tersebut cocok dengan Windows 10, Xbox ONe dan juga Xbox Series X|S dengan yang terakhir memberikan orang banyak pertanyaan. Kebanyakan implikasi disini menunjukkan bahwa microsoft memiliki rencana uintuk merilis konsol Xbox Series X beserta dengan Xbox Series X.

Hal ini sama dengan klaim sebelumnya dari Microsoft mengenai seri nama X tersebut.  Terutama bahwa konsol baru tersebut hanya Xbox dan sistemnya tersebut berasal dari produk series X. Faktanya ketika namanya pertama kali diumumkan banyak yang berspekulasi bahwa ada seri konsol yang lebih besar yang direncanakan untuk rilis next gen. Kemungkinan dengan yang lebih ringan atau yang lebih murah. Yang mereka rencanakan untuk mengembangkan pembeli ketika dirilis. Tentu saja hal ini tentu saja adalah hal yang wajar. Karena konsol generasi sekarang memang memiliki versi standar dan juga versi pro setiap konsolnya dan Ninteno bahkan membuat Switch Light

Laporan Baru Menjelaskan Kenapa Mixer Gagal

Laporan Baru Menjelaskan Kenapa Mixer Gagal

Laporan Baru Menjelaskan Kenapa Mixer Gagal. Kehancuran dari mixer mengejutkan banyak pemain karena mereka berhasil melakukan akuisisi yang besar dan bekerja dibawah microsoft yang merupakan perusahaan teknologi yang paling sukses didunia. Meskipun kelihatannya mereka menuju arah yang positif. Mixer akhirnya malah bergabung dengan facebook gaming dan banyak streamers dan para viewers terheran dengan keputusan tersebut. Laporan terbaru dari Business Insider sekarang mensugestikan bahwa beberapa faktor yang membuat hilangnya platform streaming tersebut.

Mixer dibuat pada tahun 2016 dengan nama Beam oleh Matt Salsamendi dan James Boehm dan perusahaan tersebut dengan cepat menemukan mereka sebagai kompetitor dari twitch yang sangat sukses tersebut. Tetapi meskipun mereka mendapatkan dukungan dari microsoft, perusahaan tersebut memiliki masalah untuk membedakan mereka dengan twitch yang sudah stabil dan popler tersebut. Alhasuilnya mixer menggunakan uangnya untuk mempromosikan diri mereka dan hal ini menjadi kunci dari jatuhnya servis tersebut

Laporan Baru Menjelaskan Kenapa Mixer Gagal

Memang semua perusahaan membutuhkan promosi dan marketing sendiri untuk menarik perhatian potensi penonton. Kelihatannya proses dari mendapatkan streamer secara finansial berdampak pada perusahan tanpa mendapatkan profit. Dalam laporan dari mixer. Mereka mengkalim bahwa kesepakatan membawa ninja kedalam stream tersebut berharga sekita 20-30 juta dollar dan ini kelihatannya bukan merupakan investasi yang cukup bijaksana. Dimana streamer tersebut hanya mendapatkan 3.2 juta subscribers di Mixer. Hal ini cukup mengecewakan dibandingkan dengan twitch akun dia yang sampai memasuki 15 juta subscribernya. Dengan kurannya hasil dari investasi besar tersebut. Ini jelas bahwa strategi ini tidak mendapatkan profit sesuai yang mereka inginkan. Perusahaan tersebut juga menghadapi isi yang cukup signifikan yang dimulai ketika founders dari mixer pergi di tahun 2019.

Setelah founder pergi, kelihatannya perusahaan tersebut memiliki masalah mengenai moral dan akhirnya dengan cepat berubah menjadi lingkungan yang toxic. Pegawai seperti Wes Wilson dan Milan Lee  mengekspresikan rasa ketidakpuasan ,ereka dengan tim HR microsoft dalam menghadapi masalah ini dalam management baru tersebut. Ini jelas perusahaan tersebut mengalami masalah internal