Patch Terbaru Fortnite Mengurang Ukuran Filenya Di PC Sampai 60 GB

Patch Terbaru Fortnite Mengurang Ukuran Filenya Di PC Sampai 60 GB

Patch Terbaru Fortnite Mengurang Ukuran Filenya Di PC Sampai 60 GB. Pemain PC Fortnite akan menemukan update yang lebih besar dari biasanya pagi ini. Jarena game ini sudah berpindah ke versi 14.40 hari ini untuk persiapannya Fortnitemares 2020 event.

Update terbatu tersebut akan memulai festival halloween yang lebih awal dari tahun ini. Dengan Midas kembali kedalam game begitu juga dengan rocket launchers berbentuk labu dan konser didalam game lagi. Diantara updte fortnite untuk semua platform yang ada untuk acara tahunan ini. Epic sudah memutuskan untuk menyelesaikan masalah yang sudah ada didalam game untuk pemain PC. Yaitu meningkatnya ukuran file update dalam game.

Diumumkan melalui twitter, Epic konfirmasi pengguna pc akan menyadari bahwa versi 14.40 akan ada sekitar 27GB dimana membuat filenya lebih besar 7 gb dari versi 14.00 hampir dua kali dari ukuran update sebelumnya untuk nintendo switch dan juga pengguna Xbox one. Tetapi update yang besar tersebut akan menghasilkan download yang lebih kecil untuk patch yang akan datang dan mengembangkan performa loading mereka. Belum disebutkan bahwa optimasi tersebut akan mengurangi ukuran file dari game tersebut untuk pemain PC. Membawa ukuran file gamenya sampai turun 60 GB. Dimana hal ini akan membuat fortnite menjauh dari list game terbesar di PC

Fortnite sudah pelan-pelan filenya semakin besar dan besar. Dengan lebih banyak fitur yang ditambahkan kedalam selama beberapa tahun ini. Dengan mainstream media melanjutkan season ini dengan Marvel bersamaan dengan dataminers yang menemukan skin ghostbuster di patch terbarunya. Tetapi hanya dalam enam bulan ini ukuran filenya berubah dari 45GB di awal dari chapter 2 season 2 menjadi 90 GB dibutuhkan untuk chapter 2 season 4 ini. Dibandingkan dengan ukurannya di tahun 2018. Dimana game tersebut membutuhkan 30gb ukuran filenya. Dan hal ini menjadi jelas bahwa tanpa penanganan lebih lanjut oleh epic games hal ini hanya terus akan meningkat ketika update baru terus bermunculan tersebut.

Patch Terbaru Fortnite Mengurang Ukuran Filenya Di PC Sampai 60 GB

Laporan Baru Menjelaskan Kenapa Mixer Gagal

Laporan Baru Menjelaskan Kenapa Mixer Gagal

Laporan Baru Menjelaskan Kenapa Mixer Gagal. Kehancuran dari mixer mengejutkan banyak pemain karena mereka berhasil melakukan akuisisi yang besar dan bekerja dibawah microsoft yang merupakan perusahaan teknologi yang paling sukses didunia. Meskipun kelihatannya mereka menuju arah yang positif. Mixer akhirnya malah bergabung dengan facebook gaming dan banyak streamers dan para viewers terheran dengan keputusan tersebut. Laporan terbaru dari Business Insider sekarang mensugestikan bahwa beberapa faktor yang membuat hilangnya platform streaming tersebut.

Mixer dibuat pada tahun 2016 dengan nama Beam oleh Matt Salsamendi dan James Boehm dan perusahaan tersebut dengan cepat menemukan mereka sebagai kompetitor dari twitch yang sangat sukses tersebut. Tetapi meskipun mereka mendapatkan dukungan dari microsoft, perusahaan tersebut memiliki masalah untuk membedakan mereka dengan twitch yang sudah stabil dan popler tersebut. Alhasuilnya mixer menggunakan uangnya untuk mempromosikan diri mereka dan hal ini menjadi kunci dari jatuhnya servis tersebut

Laporan Baru Menjelaskan Kenapa Mixer Gagal

Memang semua perusahaan membutuhkan promosi dan marketing sendiri untuk menarik perhatian potensi penonton. Kelihatannya proses dari mendapatkan streamer secara finansial berdampak pada perusahan tanpa mendapatkan profit. Dalam laporan dari mixer. Mereka mengkalim bahwa kesepakatan membawa ninja kedalam stream tersebut berharga sekita 20-30 juta dollar dan ini kelihatannya bukan merupakan investasi yang cukup bijaksana. Dimana streamer tersebut hanya mendapatkan 3.2 juta subscribers di Mixer. Hal ini cukup mengecewakan dibandingkan dengan twitch akun dia yang sampai memasuki 15 juta subscribernya. Dengan kurannya hasil dari investasi besar tersebut. Ini jelas bahwa strategi ini tidak mendapatkan profit sesuai yang mereka inginkan. Perusahaan tersebut juga menghadapi isi yang cukup signifikan yang dimulai ketika founders dari mixer pergi di tahun 2019.

Setelah founder pergi, kelihatannya perusahaan tersebut memiliki masalah mengenai moral dan akhirnya dengan cepat berubah menjadi lingkungan yang toxic. Pegawai seperti Wes Wilson dan Milan LeeĀ  mengekspresikan rasa ketidakpuasan ,ereka dengan tim HR microsoft dalam menghadapi masalah ini dalam management baru tersebut. Ini jelas perusahaan tersebut mengalami masalah internal