Jolene Marie Rotinsulu Ikut Mengkampanyekan Pengurangan Penggunaan Plastik

Putri Indonesia Lingkungan 2019, Jolene Marie Rotinsulu ikut berpartisipasi dalam kampanye untuk pengurangan penggunaan plastik yang biasanya digunakan sebagai pembungkus. Hal ini dilakukannya untuk mendukung upaya penurunan limbah plastik yang dianggap selalu merusak lingkungan.

Dalam kampanye tersebut, Jolene juga melakukan aksi bersih-bersih seperti memunguti sampah plastik disepanjang Sungai Pesanggrahan, limo, Depok, Kawa Barat. Aksi tersebut dilakukannya bersama dengan para komunitas Bocah Kali Pesanggrahan (Bokap) dengan menggunakan perahu karet.

Rabu, 14 Agustus 2019, dilansir oleh media Antara, Jolene mengatakan, “Saya sangat prihatin dengan keadaan dan kondisi sungai. Disepanjang sungai Pesanggraham terdapat banyak sampah limbah yang saya rasa itu berasal dari rumah tangga, mulai dari sampah kantong plastik, botol bekas minuman, dan stryrofoam”,

“Bahkan, kepala saya sendiri terkena sampah plastik yang menyangkut dibatang pohon yang menjulur kesungai. Saya berharap pemerintahan bisa melakukan yang terbaik agar sungai tersebut bisa bersih dan menjadi indah”, ungkap Jolene.

 

Jolene berpendapat bahwa sungai Pesanggrahan seharusnya menjadi sebuah sungai yang bisa dijadikan sebagai sebuag destinasi wisata yang menarik sehingga mampu memberikan pemasukan khusus bagi pemerintahan setempat. Namun sangat disayangkan karena sungai tersebut banyak ditumbuhi pepohohan.

Selain ditumbuhi pepohanan yang rindang disepanjang bantarannya, sungai tersebut juga banyak dipenuhi sampah limbah yang datang dari penduduk rumah tangga yang tinggal disekita sungai tersebut.

Jolene menyatakan, “Jika saja masyarakat, dimulai dari anak-anak sampai dewasa memiliki pemikiran untuk tidak membuang sampah sembarangan, pasti sungai kita akan menjadi bagus banget. Dengan keadaan sungai saat ini dan seperti yang kita ketahui, banyak anak-anak yang masih banyak mandi dikali Pesanggrahan tersebut”.

Jolene juga melakukan kunjungan dengan mendatangi Komunitas Penggiat Lingkungan Limo yang dimana komunitas tersebut adalah tempat untuk memberdaya sampah bekas seperti kanting plastik, botol bekas, koran bekas, tutup botol, bungkusan deterjen dan masih banyak sampah lainnya.

Dengan keadaan yang terjadi pada sungai tersebut, Jolene juga meminta pemerintahan agar bisa membuat peraturan kepada pelaku Industri agar dapat meminimalisi sekaligus menetralisir penggunaan plastik serta mengeluarkan kebijakan untuk para pelaku usaha untuk tidak menggunakan plastik sekali pakai.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *